Pages

6.28.2008

PENDIDIKAN ALAT PERLAWANAN


Judul Buku : Pendidikan Alat Perlawanan, Teori Pendidikan Radikal Paulo Freire
Penulis : Siti Mutiningsih
Penerbit : Resist Book
Tahun : Oktober 2004
Tebal : xii + 128 halaman

Dalam buku ini dijabarkan secara jelas ide dan pemikiran Paulo Freire tentang pandangannya yang beraliran Progresivisme, yaitu suatu aliran dalam dunia pendidikan yang berasal dari kubu kritis progresif. Progresif pada prinsipnya menempatkan kebebasan sebagai motif utama dari pengembangan kebudayaan yang lebih mengedepankan pertumbuhan dan perkembangan pemikiran yang harus disertai sikap mental dalam memecahkan masalah maupun kepercayaan diri seorang peserta didik. Pengalaman dan lingkungan menjadi perhatian utama bagi peserta didik. Atau dengan kata lain manusia mengaktualisasikan ide-idenya di dunia nyata dalam bentuk pikiran dan perbuatan.
Selain progresif, aliran lain dalam pendidikan yang menjadi bagian dari buku kritis-progresif adalah aliran rekostruksionisme. Aliran itu memegang teguh prinsip-prinsip yang umum dan menjadi pedoman perilaku pada abad pertengahan, serta diyakini sebagai nilai yang kekal, tidak terikat ruang dan waktu. Aliran rekonstruksionisme dan progresif ini dalam memandang orientasi pendidikan lebih mengedepankan makna kemajuan dan perubahan sebagai orientasi dasarnya.
Freire juga menekankan aspek konsientisasi atau penyadaran. Penyadaran kepada peserta didik bahwa mereka bukan objek dari sistem pendidikan yang hanya pasif, melainkan sebagai subyek yang kritis dan kreatif dalam menciptakan terobosan di masyarakat.

Lawan kritis progresive adalah kubu tradisional konservatif. Kubu ini mempunyai dua aliran tentang pandangan pendidikan. Pertama, aliran esensialisme, yaitu suatu pandangan yang berpendapat bahwa pendidikan harus bertumpupada nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan sudahteruji oleh waktu. Kedua, aliran perenialisme, pandangan pendidikan yang harus mengembangkan perkembangan akal budi manusia semaksimal mungkin. Kedua paham sama-sama sepakat memandang keberadaan manusia sebagai makhluk budaya yang berparas sebagai penghayat, pelaksana dan pengembang kehidupan. Pandangan yang bercorak tradisional konservatif dalam kelanjutannya akan menajdi sebuah sistem pendidikan yang cenderung otoriter dan menghambat proses aktivitas be;ajar. Karena siswa dituntut jinak dan menuruti kata sang guru.
Sejarah kehidupan Paulo Freire serta pemikirannya secara gamblang juga diceritakan oleh penulis pada bab tersendiri. Dikisahkan latar belakang kehidupan tokoh radikal tersebut penuh dengan hirarki penindasan, karena semasa kecil berada pada struktur masyarakat yang belum sadar tentang lapar dan sekolah. Umur delapan tahun Paulo Freire pun mengalami kepedihan akibat kelaparan. Hingga suatu saat ia mempunyai tekad untuk mengabdikan hidupnya demi perjuangan melawan penderitaan kelaparan. Setelah dewasa dan melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Recife, Maritain, Bernanos dan Mounir. Ketertarikan pada bacaan teori-teori pendidikan dari karya mereka, sangat mempengaruhi filsafat pemikirannya, hingga pola dan gagasannya sampai saat ini menjadi terkenal di negara-negara dunia ke tiga.
Diantara banyak buku yang menceritakan kehidupan dan pemikiran Paulo Freire, kebanyakan dikisahkan panjang lebar dan meluas. Terkadang buah pemikirannya ditulis singkat dan perjalan hidup sejak kecil sampai tiada, diperbanyak. Meski begitu, tidak pada ”Pendidikan Alat Perlawanan”. Berdasar hasil penelitian yang menggabungkan semua unsur reveresnsi yang penulis temui, menjadi gaya buku tersebut lebih miring ke subyektifitas ide dan gagasan Paulo Freire dengan sedikit menarik alur profilnya.
Tidak sedikit buku-buku seperti ini yang laku dan terjual di pasaran. Dan pada umumnya konsumen lebih tertarik dengan buku berbentuk kisah.
Buku ini bila dibaca, penggunaan kata-katanya terkesan kurang universal jika pasarannya khalayak umum. Karena cukup banyak kata yang sulit diartikan atau maknanya ”melangit” serta berbau filsafat. Tidak heran karena buku ini semula adalah tesis san gpenulis saat mengambil gelar Master of Humaniora dan Pasca Sarjana Filsafat UGM. Lalu oleh pihak Resist dimodifikasi sedemikian rupa sehingga jadilah sebuah buku. Karya Siti Mutingisih ini cukup sulit dipahami tulisannya oleh golongan non akademis. Seringnya kata konsentisasi yang diulang-ulang terkesan monoton serta terkesan hanya berputar-putar pada pokok bahasannya. Namun disisi lain, buku ini unik dan menarik. Menarik karena baru kali ini di indonesia terdapat sebuah buku yang memuatkhusus tentang pemikiran Freire secara lengkap yang ditulis oleh pribumi.
Dengan membaca buku ini, kita memperoleh gambaran bagaimana pembaharuan di bidang pendidikan bukanlah sesuatu yang mudah karena sekian masalah melebur menjadi kristal yang sulit dipecahkan.
”Tidak ada jalan lain untuk keluar terhadao oersoalan oendidikan utamanya dalam hal proses belajar mengajar kecuali pembaharuan radikal sekaligus progresif”, (Paulo Freire).

Dunia Buku

0 komentar:

Poskan Komentar